Sabtu, 01 Oktober 2011

Ada apa dg 30 September dan 1 Oktober

Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI , Gestapu (Gerakan September Tiga
Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah
peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.
Pada 1 Oktober 1965 dini hari, enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya
dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa ) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat
itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.
Keenam pejabat tinggi yang
dibunuh tersebut adalah:
Letjen TNI Ahmad Yani Mayjen TNI Raden Suprapto Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono
Mayjen TNI Siswondo Parman
Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan
Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Selain itu beberapa orang
lainnya juga turut menjadi
korban:
Bripka Karel Satsuit Tubun Kolonel Katamso Darmokusumo
Letkol Sugiyono Mangunwiyoto
Para korban tersebut
kemudian dibuang ke suatu
lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya . Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober .
Sejak saat itu tgl 30 September ada bendera setengah tiang, dan tgl 1 Oktober jadi hari Kesaktian Pancasila.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar